Tradisi Ngembang Keramat Cokel
Potensi wisata Ziarah Yang Belum
Terjamah
Nasionalxpos.Lebak
Setiap kali datangnya bulan muharram yang merupakan salah
satu bulan suci bagi umat islam, seluruh dunia bersuka cita dan punya berbagai
tradisi untuk menyambut bulan pertama dalam kalender hijriah ini.banyak
keistimewaan dalam bulan ini selain tahun baru islam setiap tanggal 10 muharam
dalam bahasa jawa biasa di sebut assyuro juga di peringati sebagai hari raya
anak yatim selain itu masih banyak tradisi lain yang biasa di lakukan di bulan
muharram.
Seperti halnya di daerah lain di
seluruh tanah air,hari minggu tanggal 17/11/2013 masyarakat kampung cokel yang
terbagi dalam dua desa yaitu desa sekarwangi dan desa curugbitung kecamatan
curugbitung kabupaten lebak banten mempunyai satu tradisi yang sudah
berlangsung turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu yaitu khaul Raden
Kuncung Amarullah yang bagi masyarakat setempat di percaya sebagai ulama besar
dan tokoh penting terbentuknya kampung cokel,beliau di makamkan di pemakaman
keramat cokel,tradisi khaul keramat cokel ini biasa di sebut “ngembang“ dan di peringati setiap
tanggal 12 muharram.
Pada dasarnya tradisi ngembang
tidak berbeda dengan peringatan khaul ulama besar lainnya yaitu datang setahun
sekali untuk melakukan ziarah,akan tetapi ada hal unik yang menjadi ciri khas tradisi
ini,masyarakat setempat menjadikannya sebagai lebaran kampung bahkan lebih
meriah di banding lebaran iedul fitri,layaknya lebaran ,warga yang berdomisili
di luar kota bahkan luar jawa akan menyempatkan diri untuk mudik
bersilaturakhmi dengan keluarga dan berziarah ke keramat cokel sementara yang
tinggal di kampung akan menyiapkan berbagai panganan khas untuk menjamu tamu selain
di datangi oleh ribuan pengunjung dari daerah sekitar banyak pula dari jabotabek
bahkan dari Surabaya semarang dan luar jawa.
Walaupun di guyur hujan lebat
dari jam 10.00 siang sampai jam 15.00 wib tapi tidak menyurutkan niat dan
semangat ribuan peziarah yang terus berdatangan bahkan semakin sore semakin
ramai,jalan menanjak yang licin dan becek tidak terasa capek berubah menjadi
keharuan dan kegembiraan setelesai selesai melakukan prosesi ziarah,ada
kepuasan tersendiri yang tak dapat di ungkapkan dengan kata kata.
Salah seorang peziarah H.Ahmad
(60) yang berasal dari lampung mengatakan kepada Nx dirinya sengaja datang dari
lampung beserta keluarganya untuk berziarah dan ngalap berkah di keramat ini ke
makam Raden Kuncung Amarullah karena mendapat informasi dari temannya.”saya
sengaja datang dari jauh untuk ziarah,saya senang datang kesini karena
tempatnya sejuk,panoramanya indah.sebenarnya ini berpotensi di jadikan sebagai
objek wisata ziarah Cuma di sayangkan belum dikelola dengan baik,tidak jelasnya
kepanitiaan,kurangnya sarana MCK,penataan tempat parkir dan tenda pedagang yang
memenuhi jalan sehingga menyulitkan bagi pengunjung terutama bagi yang baru
pertama kali kesini ”tambahnya .
di posting oleh Endinbeck73.blogspot.com/Endinbeck73@gmail.com 11/01/14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar